Dibuka Jokowi, IHSG Melesat 1,2% di Akhir Perdagangan

Dibuka Jokowi, IHSG Melesat 1,2% di Akhir Perdagangan
No ratings yet.

Dibuka Jokowi, IHSG Melesat 1,2% di Akhir Perdagangan

Jakarta, Politik Bersuara – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,27% ke level 6.586,26 pada pukul 14.18 WIB dihari perdagangan pertama tahun 2022. Setelah pagi tadi di buka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Meski demikian, hingga akhir perdagangan transaksi tidak terlalu ramai. Nilai perdagangan masih terbatas di level Rp 9,8 triliun dengan melibatkan 21 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 1,2jt kali. Investor asing hari ini mencetak pembelian bersih (net buy), senilai Rp 447,64 miliar.

Saham PT Bank jago (ARTO) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tercatat menjadi dua saham, Dengan net buy asing terbesar Rp 166,5 miliar dan Rp 93 miliar.

Baca Juga: Kabar Nasional Terbaru

Sebaliknya, saham yang mereka jual terutama adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dengan nilai penjualan bersih masing-masing sebesar Rp 45,3 miliar dan Rp 18,4 miliar. Keduanya tertekan masing-masing sebesar 3,8% dan 3,31% menjadi Rp 19.625 dan Rp 11.700/saham.

Sebelumnya, pagi tadi IHSG memulai lembar baru dengan menguat di awal perdagangan, IHSG sejak awal perdagangan berada di zona hijau dengan penguatan 0.30% ke 6.601,51 pada 09.03 WIB.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membuka perdagangan perdana tahun ini kembali menjabarkan berbagai tantangan yang kemungkinan dihadapi dunia. Tak terkecuali Indonesia pada tahun depan.

Jokowi kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong hilirisasi dari sumber daya alam (SDA) dan rencana menutup ekspor sejumlah bahan mentah tambang.

Presiden JokoWidodo(Jokowi) juga menyebutkan keinginan agar jumlah investor pasar modal di Indonesia terus bertambah banyak. Penambahan jumlah investor ini menurutnya akan membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain itu, Jokowi juga mengatakan berbagai ancaman yang akan dihadapi dunia pada tahun ini. Termasuk varian baru Covid-19 omicron, tapering hingga ancaman inflasi.

Facebook Comments

Beri Nilai Berita Ini