Kasus Penyusupan Judi Online di Situs Pemerintah, 19 Orang Jadi Tersangka

Kasus Penyusupan Judi Online di Situs Pemerintah, 19 Orang Jadi Tersangka
5/5 (2)

Kasus Penyusupan Judi Online di Situs Pemerintah, 19 Orang Jadi Tersangka

Jakarta, Politik Bersuara – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri meringkus 19 orang terkait kasus penyusupan situs judi online di website resmi pemerintah dan lembaga pendidikan. Semuanya ditangkap di wilayah berbeda, mulai Jawa Tengah hingga Jakarta.

Dirtipidsiber Bareskrim Brigjen Asep Edi Suheri mengatakan pengungkapan kasus ini merupakan hasil dari serangkaian penyelidikan timnya sejak satu pekan lalu.

“Ada 17 laki-laki dan 2 perempuan tersangkanya. Ini ada kaitan semua,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2021). Hadir mendampingi Kabag Penum Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan dan Wadirtipidsiber Kombes Himawan Bayu Aji.

Argo menjelaskan, tersangka pertama berinisial ATR ditangkap di Boyolali, Jawa Tengah. Pria kelahiran 1993 ini berperan sebagai marketing jasa SEO judi online. Dari sini, polisi kemudian bergerak menangkap dua tersangka lainnya berinisial AN dan HS di Bondowoso, Jawa timur.

Baca Juga: Kabar Ekonomi Terbaru

AN merupakan pria kelahiran 1991. Dia berperan menyiapkan akses ilegal. Dari rumahnya disita sejumlah barang bukti mulai dari HP, STNK dan BPKB mobil Brio hingga sertifikat tanah yang dia dapat dari pekerjaannya tersebut. Sementara HS ibu rumah tangga kelahiran 1991 berperan mengakses situs-situs pemerintah untuk menempatkan artikel yang berisikan link judi online dari tersangka ATR.

Setelah itu, penyidik mengamankan satu orang tersangka lagi di wilayah Malang, Jawa Timur berinisial NFR. Dia berperan mengakses sistem admin situs pemerintah yang kemudian dia jual kepada tersangka AN.

“Jadi keempat tersangka kenal. Kerjanya saling ada hubungan simbiosis mutualisme, saling mendukung keempat orang ini, antara satu dengan yang lain,” ujar Argo.

Dittipidsiber Bareskrim Polri kemudian menelusuri lebih jauh siapa yang menggunakan jasa keempat tersangka ini. Dari situ terungkap, jasa mereka ternyata digunakan oleh penyelenggara judi di Meruya, Jakarta Barat.

“Di Meruya ini kita menemukan penyelenggara judinya, yaitu kita menangkap 14 tersangka laki-laki dan 1 perempuan,” ucap Argo.

Penyelenggara judi di Meruya ini memanfaatkan jasa keempat tersangka yang disebut di awal tadi untuk menyusupkan situs judi mereka ke website resmi pemerintah dan lembaga pendidikan agar masyarakat tertarik mengakses.

Dari penyelenggara judi di Meruya, Jakarta Barat, ini, polisi menyita sejumlah laptop dan CPU dan PC, puluhan HP, hingga belasan token bank swasta. Penyidik masih mendalami kasus ini untuk mengetahui sejauh mana kegiatan ilegal ini dilakukan.

Facebook Comments

Beri Nilai Berita Ini