Korban Pelecehan Seks di KPI Sampaikan Bukti ke Komnas HAM

Korban Pelecehan Seks di KPI Sampaikan Bukti ke Komnas HAM
No ratings yet.

Korban Pelecehan Seks di KPI Sampaikan Bukti ke Komnas HAM

Jakarta , Politik Bersuara – Korban pelecehan seks dan Perundungan sesama pegawai pria di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyambangi Komnas HAM. Korban datang didampingi tim kuasa hukum untuk memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut.

“Tadi kami bersama MS sudah ke Komnas HAM dan ditemui langsung oleh Komisioner Beka Ulung Hapsara. Di Komnas HAM, Korban MS sudah memberikan keterangan langsung atas kasusnya,” ujar Ketua Tim Kuasa Hukum korban, Mehbob kepada wartawan, Rabu (8/9/2021).

Mehbob mengatakan MS sudah memberikan kesaksian terkait peristiwa pelecehan dan perundungan yang dialaminya. Pihaknya kata Mehbob, juga sudah menyerahkan semua bukti-bukti ke Komnas HAM.

“Kesaksian MS terkait perundungan dan pelecehan sudah disampaikan. Bukti-bukti awal juga sudah kami serahkan semua ke Pak Beka. Komnas HAM berjanji mengawal kasus ini sampai tuntas hingga korban mendapat keadilan dan para pelaku dihukum,” ujarnya.

Mehbob mengatakan selain menyambangi Komnas HAM, Korban juga datang ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Kedatangan korban ke LPSK untuk mendapatkan perlindungan.

“Selain ke Komnas HAM, tadi kami juga sudah ke LPSK untuk meminta perlindungan secara resmi. Di LPSK, Korban MS juga sudah menjelaskan kasusnya dan Tim Kuasa Hukum juga menyerahkan data data,” tuturnya.

“Kami berterima kasih pada Komnas HAM dan LPSK yang sudah menerima Korban MS dengan baik” imbuhnya.

Seperti diketahui, kasus ini terungkap ketika korban bercerita ia kerap mendapatkan perundungan dan pelecehan seksual sesama pria dari rekan kerjanya yang juga pegawai KPI. Perlakuan itu telah terjadi sejak 2012.

Korban bercerita dia ditelanjangi dan difoto. Korban pun khawatir foto telanjangnya itu akan disebar oleh rekan-rekannya. Selain itu, rekan kerja korban kerap menyuruh-nyuruh korban membelikan makan. Hal ini berlangsung selama 2 tahun.

Tahun ke tahun berjalan, berbagai perundungan diterima korban. Dari diceburkan ke kolam renang, tasnya dibuang, hingga dimaki dengan kata-kata bernuansa SARA.
Pelecehan seksual tersebut membuat korban jatuh sakit dan stres berkepanjangan. Pelecehan dan perundungan itu, kata korban, mengubah pola mentalnya.

Kasus ini juga sudah dilaporkan ke Komnas HAM. Komnas HAM sendiri, kata korban, sudah mengkategorikan pelecehan dan perundungan yang dialaminya sebagai bentuk pidana dan menyarankan agar korban melapor ke polisi. Saat ini polisi juga tengah mengusut kasus ini.

Terlapor Katakan Hanya Bercanda

Terlapor, EO dan RS, membantah tuduhan pelecehan seks dan perundungan sesama pria pegawai KPI. Terlapor berdalih perundungan terhadap korban cuma candaan saja.

“Itu hanya hal-hal yang sifatnya menurut lingkungan pergaulan mereka biasa sehari-hari. Nyolek-nyolek sesama laki-laki. Kebetulan pelapor ini kan berpakaian rapi selalu, bajunya dimasukin sering dicandain ditarik tiba-tiba bajunya. Kaya ‘rapi amat lu’, gitu-gitu aja,” ujar pengacara RD dan EO, Tegar Putuhena, saat dihubungi, Senin (6/9/2021).

Facebook Comments

Beri Nilai Berita Ini