Penarikan Tentara di Afghanistan Adalah Penghinaan kata Trump

No ratings yet.

Penarikan Tentara di Afghanistan Adalah Penghinaan kata Trump

Washington DC, Politik Bersuara – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali melontarkan serangan terhadap Presiden Joe Biden terkait penanganan penarikan tentara AS dari Afghanistan. Trump menyebut cara Biden menangani penarikan tentara AS sebagai ‘penghinaan kebijakan luar negeri terbesar’ dalam sejarah AS.

Seperti dilansir Reuters, Senin (23/8/2021), Trump yang diperkirakan akan kembali maju capres tahun 2024 ini telah berulang kali menyalahkan Biden atas jatuhnya Afghanistan ke tangan kelompok Taliban, meskipun penarikan tentara AS yang memicu kolapsnya pemerintahan dirundingkan oleh pemerintahan Trump.

“Penarikan dari Afghanistan oleh Biden yang gagal menunjukkan inkompetensi terbesar yang paling menakjubkan oleh seorang kepala negara, mungkin sepanjang waktu,” sebut Trump dengan nada menyindir saat berbicara di hadapan pendukungnya dalam kampanye di dekat Cullman, Alabama.

Para pemimpin Taliban tengah berupaya membentuk pemerintahan baru setelah petempur mereka berhasil merebut wilayah-wilayah strategis di Afghanistan usai pasukan asing pimpinan AS ditarik pulang usai misi militer selama dua dekade.

Pemerintahan dan militer Afghanistan yang didukung Barat kolaps dengan cepat tanpa memberikan perlawanan berarti terhadap Taliban.

Biden sendiri mengkritik militer Afghanistan yang menolak bertempur melawan Taliban dan mengecam para pemimpin Afghanistan yang kabur dari negaranya. Disebutkan juga oleh Biden bahwa dirinya mendapat warisan perjanjian penarikan tentara AS yang buruk dari Trump.

Dalam kampanye terbaru, Trump menyalahkan Biden karena tidak mengikuti rencana yang disusun pemerintahannya dan mengeluhkan para personel serta perlengkapan militer AS yang ditinggal begitu saja saat tentara ditarik pulang.

“Ini bukan penarikan. Ini penyerahan diri total,” cetus Trump.

Ditambahkan Trump bahwa Taliban yang berunding dengannya, menghormati dirinya. Jika dia masih menjabat, Trump mengklaim perebutan kekuasaan cepat di Afghanistan tidak akan terjadi.

“Kita bisa keluar dengan terhormat. Kita seharusnya bisa keluar dengan terhormat. Dan sebaliknya, kita keluar dengan kebalikan dari kehormatan,” sebutnya.

Facebook Comments

Beri Nilai Berita Ini