Tembus 6.300, IHSG Berhasil Terbang ke Bulan Hari Ini

Tembus 6.300, IHSG Berhasil Terbang ke Bulan Hari Ini
No ratings yet.

Tembus 6.300, IHSG Berhasil Terbang ke Bulan Hari Ini

Jakarta, Politik Bersuara – Seperti sedang ingin balas dendam saat turun hampir 1% di minggu lalu. Saat ini Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terbang dengan sangat cepat. Saat jadwal perdagangan hari Senin (4/10/21), IHSG sempat mengalami penurunan sebesar 1.31% ke harga 6.310,99.

Transaksi secara langsung naik hinggal Rp 6 Triliun saat awal perdagangan. Asing net buy juga mencapai Rp 593 M di pasar reguler.

Duo saham perbankan BUMN big cap yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) serta PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) adalah saham yang paling banyak di beli oleh asing dengan net buy Rp 271 M serta Rp 44 M.

Lebih lanjut saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) adalah 2 saham yang paling banyak di lego oleh asing dengan net sell sebesar Rp 17 M dan Rp 3 M.

Sentimen yang harus diperhatikan oleh para rpelaku pasar yaitu krisis energi yang ada pada berbagai belahan dunia sebab langka serta mahalnya harga gas.

Faktanya akar masalahnya merupakan harga gas alam yang saat ini semakin mahal. Minggu ini, harga gas alam yang ada di Henry Hub (Oklahoma, AS) meroket hingga 19.45%. Sejak tahun 2020 harga gas alam sudah terbang hingga 118.35%.

Baca Juga: Kabar Ekonomi Terbaru

Di samping itu kenaikan harga gas alam juga mengerek harga energi lain seperti batu bara, Indonesia merpakan negara produsen serta eksportir yang sangat di untungkan.

Di samping itu terdapat perkemangan deb ceilings di AS yang jika belum menemukan solusinya maka akan ada resiko surat utang AS.

Faktanya ternyata sudah ada solusi. Minggu ini, Presiden AS Joseph “Joe” Biden telah meneken beleid dalam mendanai kebutuhan pemerintahan sampai dengan 3 Desember 2021.

Memang saat ini masalah masih belum selesai. Aturan tersebut hanya akan menjadi payung hukum agar mendapatkan anggaran operasional pemerintaha. Serta kebutuhan yang telah dianggarkan sebelumnya tampak seperti penempatan pengungsi Afganistan sebesar US$ 6.3 M serta bantuan korban bencana US$ 28.6 M.

Anggaran tersebut belum termasuk dalam pembayaran bunga utang yang jatuh tempo dalam waktu dekat. Jika sampai 18 Oktober 2021 belum terdapat kesepatakan, terus terang AS akan gagal membayar utang untuk pertama kalinya.

Facebook Comments

Beri Nilai Berita Ini